Cara Menghitung Fee Jastip: Rumus & Contoh
Cara menghitung fee jastip dari biaya trip, bea masuk, jumlah barang, dan target untung: rumus, contoh angka, titik impas, dan kalkulator gratis.
Jawaban singkatnya: cara menghitung fee jastip adalah dari biayamu sendiri, karena tidak ada tarif yang baku. Rumusnya: fee minimum per barang = (biaya trip + target untung) ÷ jumlah barang + bea masuk dan pajak per barang. Misalnya biaya trip Rp1.000.000, target untung Rp1.500.000, 40 barang, dan bea masuk serta pajak Rp103.320 per barang, maka fee minimumnya Rp165.820 per barang. Cek hasilnya di Kalkulator Fee Jastip, gratis dan tanpa daftar.
Fee yang kelihatan besar belum tentu untung. Banyak biaya jastip tidak terlihat saat menetapkan harga: bagasi tambahan, selisih kurs, ongkos ke toko, sampai bea masuk. Artikel ini membahas langkahnya satu per satu supaya setiap trip tetap menghasilkan untung.

Contoh di artikel ini saat dimasukkan ke Kalkulator Fee Jastip.
Rumus dasar fee jastip
Ada tiga angka yang perlu kamu pegang di setiap trip:
- Tagihan ke pemesan = jumlah barang × (harga per barang dalam rupiah + fee per barang)
- Untung bersih = jumlah barang × fee per barang − biaya lain
- Margin = untung bersih ÷ tagihan ke pemesan × 100%
Yang sering terlewat adalah biaya lain: semua pengeluaran trip yang kamu tanggung dan tidak ditagih terpisah ke pemesan, termasuk bea masuk dan pajak. Kalau angka ini tidak dihitung, fee yang kamu kira untung bisa habis untuk menutup biaya.
Cara menghitung fee jastip dalam 5 langkah
1. Ubah harga barang ke rupiah, lalu tambahkan pengaman kurs
Kurs saat kamu membuka PO bisa berbeda dengan kurs saat kamu membayar, dan kurs kartu atau money changer biasanya tidak sama dengan kurs acuan. Karena itu, tambahkan selisih pengaman yang kamu anggap cukup.
Contoh dengan kurs ilustrasi: tas kanvas seharga KRW 30.000 dengan kurs Rp12 per won menjadi Rp360.000. Dengan pengaman 3%, harga pokoknya Rp370.800. Sebelum menulis harga, selalu cek kurs hari itu.
2. Hitung bea masuk dan pajak barang
Jatah bebas bea USD 500 hanya untuk barang pribadi, jadi barang jastip tidak bebas bea. Menurut pemberitaan Kontan tentang PMK 34/2025 (Juni 2025), barang bukan pribadi dikenai bea masuk 10%, PPN 12%, dan PPh Pasal 22 Impor 5%. Karena PPN dan PPh dihitung dari nilai barang ditambah bea masuk, totalnya sekitar 28,7% dari nilai barang.
Untuk tas seharga Rp360.000:
- Bea masuk: 10% × Rp360.000 = Rp36.000
- PPN: 12% × Rp396.000 = Rp47.520
- PPh Pasal 22 Impor: 5% × Rp396.000 = Rp19.800
- Total: Rp103.320 per barang
Anggap angka ini perkiraan. Nilai pabean ditetapkan Bea Cukai dan aturannya bisa berubah, jadi pastikan lewat Bravo Bea Cukai 1500225 sebelum berangkat. Penjelasan aturannya ada di panduan memulai jastip Korea dan Jepang.
3. Catat biaya trip dan perkirakan jumlah barang
Tulis biaya yang muncul karena trip ini: bagasi tambahan, transport ke toko atau outlet, biaya kartu dan tukar uang, serta kemasan untuk pengiriman ke pembeli. Soal tiket pesawat dan hotel, pakai aturan sederhana: kalau kamu tetap berangkat tanpa jastip (misalnya liburan), jangan dimasukkan. Kalau trip itu khusus untuk jastip, masukkan seluruhnya.
Jumlah barang adalah angka yang paling berpengaruh. Biaya trip dibagi ke semua barang, jadi makin sedikit barangnya, makin besar fee yang dibutuhkan. Pakai perkiraan yang aman, misalnya dari jumlah pesanan trip sebelumnya atau dari pemesan yang sudah pasti, bukan dari jumlah yang kamu harapkan.
4. Tentukan target untung, lalu hitung fee minimum
Contoh: biaya trip Rp1.000.000 (bagasi Rp600.000, transport Rp200.000, kemasan Rp100.000, biaya kartu Rp100.000), target untung Rp1.500.000, bea masuk dan pajak Rp103.320 per barang.
- Dengan 40 barang: (Rp1.000.000 + Rp1.500.000) ÷ 40 + Rp103.320 = Rp165.820 per barang
- Dengan 20 barang: (Rp1.000.000 + Rp1.500.000) ÷ 20 + Rp103.320 = Rp228.320 per barang
Pesanan yang turun setengah membuat fee yang dibutuhkan naik jauh. Karena itu, hitung ulang setiap kali perkiraan jumlah barang berubah.
5. Cek tagihan akhir dan titik impas
Lanjutkan contoh tadi dengan 40 tas seharga pokok Rp370.800 dan fee yang dibulatkan menjadi Rp166.000:
- Harga jual: Rp370.800 + Rp166.000 = Rp536.800 per barang
- Tagihan seluruh pemesan: 40 × Rp536.800 = Rp21.472.000
- Biaya lain: Rp1.000.000 + (40 × Rp103.320) = Rp5.132.800
- Untung bersih: 40 × Rp166.000 − Rp5.132.800 = Rp1.507.200
- Margin: Rp1.507.200 ÷ Rp21.472.000 = sekitar 7%
- Titik impas: Rp1.000.000 ÷ (Rp166.000 − Rp103.320) = 16 barang
Titik impas berarti kamu baru mulai untung setelah barang ke-16 terjual. Kalau harga jualnya terasa terlalu tinggi dibanding harga barang di Indonesia, berarti barang itu kurang cocok untuk jastip. Pilih barang lain, atau kurangi biaya trip.
Fee per barang, persen, atau per berat?
Hasil hitungan di atas perlu diterjemahkan menjadi aturan fee yang mudah dipahami pembeli. Ada tiga cara yang bisa dipakai:
- Tetap per barang. Paling mudah dijelaskan dan dihitung. Cocok bila harga barang tidak jauh berbeda.
- Persen dari harga. Cocok bila harga barang sangat beragam. Karena bea masuk dan pajak juga mengikuti nilai barang, cara ini lebih mudah menjaga untung. Kelemahannya, fee untuk barang murah bisa terlalu kecil, jadi pasang fee minimum per barang.
- Per berat. Cocok untuk barang berat atau besar yang memakan jatah bagasi.
Tidak harus memilih satu. Kamu bisa memakai fee tetap untuk barang umum dan fee khusus untuk barang berat atau mahal. Yang penting aturannya tertulis di postingan PO, seperti pada format order jastip, sehingga pembeli tidak perlu bertanya berulang.
Kesalahan yang membuat jastip rugi
- Menganggap barang jastip bebas bea. Bea masuk dan pajak bisa lebih besar daripada seluruh untungmu.
- Menghitung fee dari perkiraan pesanan yang terlalu optimis. Biaya trip tetap keluar walau pesanan sedikit.
- Tidak memberi pengaman kurs. Selisih kecil per barang menjadi besar kalau barangnya banyak.
- Menanggung barang habis tanpa rencana. Kalau barang tidak terbeli, fee barang itu tidak masuk, sementara biaya trip tetap sama.
- Membeli semua barang dengan uang sendiri. Fee boleh benar, tapi modal bisa kurang. Sistem DP dan pelunasan membantu membiayai belanja sejak awal.
- Tidak mencatat hasil tiap trip. Tanpa catatan, kamu tidak tahu trip mana yang benar-benar untung. Rekap order yang rapi memudahkan evaluasi ini.
Menerapkan hitungan fee di MechioApps
Setelah angkanya ketemu, kamu bisa memasukkannya ke website jastip di MechioApps Jastip:
- Isi harga dalam mata uang belanja. Form produk menghitung harga rupiahnya otomatis dari kurs saat itu, tanpa pengaman kurs.
- Isi fee per barang di kolom Keuntungan, termasuk pengaman kurs. Pada contoh di atas: Rp166.000 + Rp10.800 = Rp176.800, sehingga harga jualnya tetap Rp536.800.
- Atur DP per trip atau per produk, supaya modal belanja terbantu sejak pembeli memesan.
- Pakai daftar belanja per trip untuk melihat barang yang harus dibeli, termasuk barang yang habis atau hanya terbeli sebagian.
Lihat hasilnya dari sisi pembeli di toko contoh Mechio Jastip, lalu coba gratis untuk membuat website jastipmu sendiri.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa fee jastip yang wajar?
Tidak ada tarif baku, karena biaya tiap trip berbeda. Hitung fee minimum dari biaya trip, bea masuk dan pajak, target untung, dan jumlah barang, lalu cek apakah harga akhirnya masih menarik dibanding membeli sendiri atau membeli dari penjual lain.
Apakah bea masuk dan pajak ditagih terpisah ke pemesan?
Boleh dimasukkan ke fee atau ditagih terpisah, asalkan tertulis jelas di aturan PO. Yang penting biayanya tidak kamu tanggung tanpa sadar.
Apakah fee dihitung sebelum atau sesudah ongkir?
Fee adalah imbalan untuk jasamu, sedangkan ongkir ke pembeli biasanya ditagih terpisah karena baru pasti saat barang siap dikirim. Biaya kirim barang dari luar negeri yang kamu tanggung sendiri tetap masuk biaya lain.
Bagaimana kalau kurs naik setelah PO dibuka?
Karena itu pengaman kurs perlu dipasang sejak awal. Untuk PO yang panjang, kamu juga bisa membatasi masa PO atau menuliskan di aturan PO bahwa harga mengikuti kurs pada tanggal tertentu.
Apakah Kalkulator Fee Jastip bisa dipakai tanpa akun?
Bisa. Kalkulator Fee Jastip gratis, tanpa daftar, dan mendukung harga dalam mata uang asing dengan kurs otomatis. Fee menjadi isian, jadi pakai rumus di artikel ini untuk menentukan fee minimumnya lebih dulu.